Bawaslu Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi Demokrasi Melalui Dewan Kemakmuran Masjid
|
Dalam upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga, Bawaslu Kota Tangerang melakukan silaturahmi ke Sekretariat DKM Masjid Al-Adzom. Rabu (22/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang Sekretariat DKM Masjid Al-Adzom dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Tangerang,dan disambut hangat oleh Ketua DKM KH Sofyan Rosyada. Ketua Bawaslu hadir didampingi Koordinator Divisi SDMO dan Diklat,Kordinator Divisi Hukum & PS, serta staf secretariat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Instruksi Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi dan arahan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia agar jajaran Bawaslu di daerah aktif berdialog dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, guna memperkuat kualitas demokrasi secara berkelanjutan menjelang tahapan Pemilu 2027, hingga Pemilu Presiden dan DPR Tahun 2029.
Dalam arahannya, Komarrulloh menegaskan bahwa Bawaslu tetap eksis dan aktif di tengah masyarakat meskipun berada pada masa non-tahapan Pemilu.
“Bawaslu bukan lembaga superbody. Karena itu, pengawasan Pemilu memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kami terus melakukan sosialisasi kepada kelompok masyarakat, pemilih pemula, kaum disabilitas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar demokrasi berjalan kondusif dan tanpa konflik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya melawan informasi negatif dan hoaks, serta merangkul seluruh pihak, termasuk mahasiswa dan komunitas, dalam membangun demokrasi yang sehat.
“Kalau sistemnya rusak, jangan rumahnya yang dirusak. Demokrasi tidak akan baik tanpa kerja tim dan konsolidasi yang solid,” tegasnya.
Anggota Bawaslu Kota Tangerang, Supri Andriani, menyampaikan bahwa stabilitas politik di Kota Tangerang pada Pemilu 2024 berjalan baik dan relatif tanpa konflik tajam. Meski demikian, pihaknya mengakui tantangan dalam penanganan praktik politik uang yang dilakukan secara tersembunyi.
“Kami telah mengoptimalkan upaya pencegahan dan sosialisasi agar masyarakat tidak pragmatis serta memilih pemimpin berdasarkan ideologi dan visi-misi, bukan karena iming-iming materi,” kata Supri Andriani.
Ketua DKM Masjid Al-Adzom, KH Sofyan Rosyada menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen Bawaslu dalam membangun kemitraan dengan DKM Masjid Al-Adzom, menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan politik di tengah masyarakat. Tokoh agama dinilai memiliki peran penting dalam mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, menolak politik uang, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Kota Tangerang berharap partisipasi dan kesadaran seluruh elemen masyarakat semakin meningkat dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi, baik pada masa tahapan maupun di luar tahapan Pemilu
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Kota Tangerang