Bawaslu Kota Tangerang Gandeng Alumni Pengawas Pemilu Saat Evaluasi
|
Kota Tangerang, Bawaslu Kota Tangerang – Forum Sumber Daya Manusia dengan tema “Evaluasi dan Fungsi Pengawas Pemilu Ad-Hoc” telah dilaksanakan pada Senin, 24 November 2025 yang dihadiri oleh alumni pengawas Pemilu. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wadah untuk mengumpulkan aspirasi alumni pengawas Pemilu Ad-Hoc yang nantinya akan disampaikan kepada Bawaslu Provinsi, sehingga dapat ditindaklanjuti kepada Bawaslu Republik Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Liah Culiah (Anggota Bawaslu Provinsi Banten) sebagai Keynote Speaker, Bapak Ferry Purnawan (Anggota Bawaslu Kabupaten Tangerang) sebagai Penanggap, dan Bapak Abdul Hakim (Akademisi) sebagai Narasumber.
“Kenapa harus bikin kegiatan ini? Intinya Bapak Ibu tahu bahwa Pemilu akan dilaksanakan di 2029 kemungkinan besar, nanti Pilkada akan dilaksanakan di 2031. Ini menjadi semangat kita bersama terutama di Bawaslu Banten untuk sama-sama kita memberikan masukan ke Bawaslu RI jika selama ini Bapak Ibu Panwascam, PKD dan PTPS merasa kurang di mana, misalnya TPS-nya banyak, kemudian wilayah kerjanya jauh, silakan berikan masukan kepada kami,” ujar Ibu Liah Culiah.
Narasumber pada kegiatan ini, Bapak Abdul Hakim menjelaskan bahwa akar masalah terletak pada partai politik yang tidak membangun kaderisasi, basis massa, atau pendidikan politik. Partai disebut lebih sibuk menciptakan mitologi seputar tokoh-tokoh besar ketimbang membangun ideologi dan konstituen yang kuat. Akibatnya, banyak politisi tidak memiliki hubungan langsung dengan masyarakat dan tidak melakukan “investasi politik” seperti pemberdayaan warga atau konsistensi program. Selain itu, tantangan besar ke depan adalah perubahan demografi. Pemilih didominasi generasi milenial dan Gen-Z yang melek digital, tidak terikat ideologi, dan lebih berani menyuarakan kritik. Ia memandang kelompok ini sebagai konstituen masa depan yang harus dilibatkan dalam pengawasan pemilu karena mereka memahami teknologi serta dinamika zaman dengan lebih baik. Menutup paparannya, ia berpesan agar penyelenggara Pemilu ke depan perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut dan memastikan integritas tetap terjaga di tengah kondisi politik yang semakin kompleks.
Adapun hasil dari kegiatan ini para alumni pengawas Pemilu menyarankan salah satunya adalah agar Panwascam diberikan fasilitas berupa kendaraan operasional untuk memudahkan kegiatan di lapangan dan dibekali Handie Talkie (HT) untuk memudahkan komunikasi.
Kegiatan ini diharapakan dapat menyatukan persepsi dan langkah strategis antar jajaran pengawas pemilu dan juga alumni pengawas pemilu Ad-Hoc agar pelaksanaan pengawasan Pada tahapan berikutnya berjalan lebih efektif dan juga akuntabel kemudian melakukan peninjauan menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas pengawas pemilu pada periode atau tahapan yang telah berjalan sebelumnya yang ketiga yaitu mengidentifikasi capaian kendala dan juga temuan lapangan dalam pelaksanaan fungsi pengawasan Pemilu.
Penulis dan Foto: Humas