Lompat ke isi utama

Berita

Adi Prayitno: Tingkatkan Pengawasan Partisipatif Kepemiluan Pada Gen Z

Kota Tangerang, Bawaslu Kota Tangerang - Kota Tangerang, Peran krusial dalam pengawasan pemilu kedepan adalah Generasi yang saat ini masih duduk di kursi SMA dan kuliah semester awal,  yang sering disebut sebagai Gen Z.

Hasil pemantauan terakhir KPAI pada peristiwa unjuk rasa Agustus 2025 menunjukkan ada sedikitnya 2.093 anak yang sempat dibawa ke kepolisian. Dari ribuan anak di bawah usia 18 tahun yang ditangkap polisi, sebanyak 629 di antaranya berada di DKI Jakarta. Kemudian, 277 anak berada di Jawa Barat, 53 di Jawa Timur, 43 di Bali, dan 24 di Yogyakarta. Enam anak tercatat ditangkap di Sulawesi Selatan dan tiga di Maluku Utara. Sedangkan, jumlah tertinggi tercatat di  Jawa Tengah, dengan 1.058 anak ditangkap oleh polisi. Haltersebut menunjukan bahwa Gen Z yang mudah terpengaruh oleh Media Sosial bahkan mempengaruhi publik melalui media sosial.

Berdasarkan data diatas Generasi Z lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah dan cenderung mengadvokasi perubahan, mereka dapat menyebarluaskan informasi dan mengajak teman-teman mereka untuk berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu dan Pilkada.

Pengawasan partisipatif adalah upaya masyarakat untuk terlibat dalam proses pemilihan, guna memastikan bahwa pemilihan berlangsung secara adil dan transparan. Partisipasi masyarakat dalam pengawasan dapat mencegah praktik-praktik kecurangan, seperti politik uang, intimidasi, dan penyalahgunaan wewenang. Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Tangerang mengadakan kegiatan bersama Bawaslu Kota Tangerang didasarkan adanya persamaan tugas dan kewenangan yakni melaksanakan Pendidikan Politik Pada Gen Z Dalam Rangka Peningkatan Pengawasan Partisipatif Pada Pemilu Dan Pemilihan.

Pada tanggal 22 Oktober 2025, di Graha Bakti Karya Adi Kerta Raharja. Perumahan Modernland, Modern Golf IV, Poris Plawad Indah, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, yang dihadiri oleh para pelajar SMA, MA dan SMK se-Kota Tangerang, juga organisasi kemahasiswaan.

Komarrulloh, Ketua Bawaslu Kota Tangerang menyampaikan pada sambutannya, "Tujuan kegiatan Pendidikan Politik Pada Gen Z diantaranya untu meningkatkan pengawasan partisipatif, mendorong Gen Z (pemilih pemula) untuk tidak hanya memilih, tetapi juga terlibat aktif dalam mengawasi potensi pelanggaran dan kecurangan pemilu, menangkal polarisasi dan hoaks. Melalui pendidikan politik, Bawaslu berupaya mencegah penyebaran isu SARA, berita bohong (hoaks), dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat selama periode pemilu. Juga menciptakan pemilih yang  cerdas dan responsif," ujarnya.

Pendidikan politik membekali individu untuk menjadi warga negara yang lebih kritis, cerdas, dan aktif dalam berpartisipasi di masyarakat demokratis, seperti mencegah praktik money politics (politik uang), selain itu Bawaslu mengedukasi pelajar/Gen Z tentang bahaya politik uang dan mendorong mereka untuk menolak segala bentuk pelanggaran terkait hal tersebut, mengenalkan fungsi dan tugas Bawaslu, disisi lain sosialisasi kelembagaan ini bertujuan agar pelajar/Gen Z (pemilih pemula) memahami peran Bawaslu sebagai pengawas pemilu, termasuk tugas pokok dan wewenangnya dan memperluas jangkauan pengawasan aka dengan adanya partisipasi Gen Z, Bawaslu dapat menjangkau pengawasan hingga ke daerah yang sulit diakses atau memiliki keterbatasan personel. (Abel)